Setiap Dari Kita Pasti Buat Silap Tapi Yang Terbaik Yang Bertaubat Pada Allah
Adakah manusia yang tidak pernah melakukan kesalahan dalam hidupnya?
Bahkan seorang nabi, selama hidupnya, secara tidak sengaja membuat kesalahan.
Terutama manusia biasa seperti kita. Dikatakan bahwa manusia berada di tempat yang salah dan manusia tidak jauh dari kesalahan dalam kehidupan sehari-harinya.
Manusia tidak pernah lepas dari rasa bersalah. Bahkan jika dia adalah pria yang baik. Tetapi ini tidak bisa dibenarkan jika hidup dalam kekeliruan.
Sebagai manusia, kita berkewajiban untuk berusaha menjadi baik dan menghindari kesalahan karena kesalahan.
Orang yang baik bukan karena dia tidak melakukan kesalahan, tetapi orang yang menyadari setiap kesalahan yang telah dia lakukan. Maka secara sadar ingin mengubah diri dan tidak mengulangi kesalahan yang sama.
Begitulah tekadnya dia.
Manusia yang baik, tidak bebas dari kesalahan. Tetapi ia memiliki kelembutan hati untuk selalu mengintrospeksi setiap perilakunya. Dia meneliti setiap hal yang dia lakukan.
Adakah kesalahan yang seharusnya tidak dilakukan?
Tidak seperti manusia pada umumnya yang larut dalam kesalahan dan menolak untuk mengakui meskipun mereka telah diingatkan.
Tapi dia akan selalu membela diri.
Orang baik takut akan kejahatan dan cinta baik. Ini tentu berbeda dengan manusia pada umumnya. Cintai kesalahan dan tertawalah pada yang baik.
Pria yang baik akan menyesali setiap kesalahan yang dilakukannya. Karena hati nuraninya masih bekerja dengan baik. Kesalahan itu seperti setetes kotoran yang menodai pakaiannya, sehingga ia merasa cemas.
Ini tentu saja berbeda dengan kebanyakan orang yang telah melakukan kesalahan yang masih bangga karenanya. Kesalahan dianggap normal dan tidak perlu malu untuk melakukannya. Karena pikiran orang lain melakukan hal yang sama.
Semua ini tergantung pada kesadaran yang kita miliki dalam diri kita masing-masing. Tingkat kesadaran kitalah yang menentukan pilihan hidup kita masing-masing. Baik itu orang baik yang malu akan kesalahan atau orang yang bangga akan kesalahan.
Apakah saya menulis ini sementara saya sadar bahwa saya masih penuh kesalahan?
Saya tidak tahu!
Bahkan seorang nabi, selama hidupnya, secara tidak sengaja membuat kesalahan.
Terutama manusia biasa seperti kita. Dikatakan bahwa manusia berada di tempat yang salah dan manusia tidak jauh dari kesalahan dalam kehidupan sehari-harinya.
Manusia tidak pernah lepas dari rasa bersalah. Bahkan jika dia adalah pria yang baik. Tetapi ini tidak bisa dibenarkan jika hidup dalam kekeliruan.
Sebagai manusia, kita berkewajiban untuk berusaha menjadi baik dan menghindari kesalahan karena kesalahan.
Orang yang baik bukan karena dia tidak melakukan kesalahan, tetapi orang yang menyadari setiap kesalahan yang telah dia lakukan. Maka secara sadar ingin mengubah diri dan tidak mengulangi kesalahan yang sama.
Begitulah tekadnya dia.
Manusia yang baik, tidak bebas dari kesalahan. Tetapi ia memiliki kelembutan hati untuk selalu mengintrospeksi setiap perilakunya. Dia meneliti setiap hal yang dia lakukan.
Adakah kesalahan yang seharusnya tidak dilakukan?
Tidak seperti manusia pada umumnya yang larut dalam kesalahan dan menolak untuk mengakui meskipun mereka telah diingatkan.
Tapi dia akan selalu membela diri.
Orang baik takut akan kejahatan dan cinta baik. Ini tentu berbeda dengan manusia pada umumnya. Cintai kesalahan dan tertawalah pada yang baik.
Pria yang baik akan menyesali setiap kesalahan yang dilakukannya. Karena hati nuraninya masih bekerja dengan baik. Kesalahan itu seperti setetes kotoran yang menodai pakaiannya, sehingga ia merasa cemas.
Ini tentu saja berbeda dengan kebanyakan orang yang telah melakukan kesalahan yang masih bangga karenanya. Kesalahan dianggap normal dan tidak perlu malu untuk melakukannya. Karena pikiran orang lain melakukan hal yang sama.
Semua ini tergantung pada kesadaran yang kita miliki dalam diri kita masing-masing. Tingkat kesadaran kitalah yang menentukan pilihan hidup kita masing-masing. Baik itu orang baik yang malu akan kesalahan atau orang yang bangga akan kesalahan.
Apakah saya menulis ini sementara saya sadar bahwa saya masih penuh kesalahan?
Saya tidak tahu!
